Senin, 13 Oktober 2014

“PROSES PENCATATAN AKUNTANSI"



A. Pengertian akuntansi
Akuntansi secara umum adalah proses pencatatan-pencatatan mengenai transaksi keuangan didalam maupun diluar perusahaan.tujuan akuntansi secara umum yaitu untuk menghasilkan informasi keuangan yang berkepentingan dengan perusahaan atau organisasi ekonomi yang bersangkutan.

B. Proses pencatatan akuntansi
Transaksi keuangan
transaksi adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber pembelajaran,berikut adalah macam-macam bukti transaksi :

1.bukti transaksi internal
Memo antar bagian
Memorial post
     
2.bukti transaksi eksternal
Faktur
Kwitansi
Nota debit
Nota kredit
Cek
Bilyet giro

Analisis bukti transaksi
Bukti transaksi adalah bukti adanya peristiwa yang berhubungan dengan keuangan.fungsi bukti transaksi adalah sebagai dasar pencatatan akuntansi,sebagai bukti tertulis bila terjadi peristiwa hukum dimasa yang akan datang,dan sebagai dasar pencatatan,penerimaan,dan pengeluaran keuangan.
Jenis –jenis bukti transaksi:
Harta (asset), yaitu jumlah kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan perusahaannya.
Utang (libiality),yaitu kewajiban yang harus dibayar perusahaan akibat transaksi yang dilakukan oleh             suatu perusahaan dengan pihak lain.
Modal (capital),yaitu selisih antara harta dan kewajiban yang merupakan harta yang dimiliki perusahaan         untuk menjalankan usahanya.
Pendapatan (income),yaitu penghasilan yang diperoleh perusahaan baik yang berhubungan langsung               dengan kegiatan usaha maupun berhubungan yang tidak langsung.
Biaya (expense),yaitu pengeluaran/pengorbanan yang terjadi dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
             




“JURNAL”
Jurnal merupakan buku pencatatan yang berfungsi untuk mencatat suatu  bukti transaksi keuangan yang dimasukan kedalam nota debit maupun kredit berdasarkan urutan waktu terjadinya transaksi tsb.
fungsi jurnal :
Fungsi pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang harus dicatat         seluruhnya.
Fungsi historis,artinya transaksi dicatat sesuai kejadian waktunya.
Fungsi analisis,artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan analisis dari bukti-             bukti transaksi
Fungsi instruktif,artinya pencatatan data jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan                 posting debit/kredit kedalam buku besar
Fungsi informatif,artinya jurnal dapat memberikan informasi transaksi yang terjadi
       
Jenis-jenis jurnal:

1. Jurnal umum, yaitu merupakan jurnal yang mencatat seluruh transaksi dalam satu kesatuan
     berdasarkan urutan waktu terjadinya transaksi.
2. Jurnal khusus, yaitu digunakan untuk mencatat transaksi secara spesifik berdasarkan jenis,sesuai                  kebutuhan perusahaan.jurnal yang digunakan sebagai berikut:

Jurnal penjualan
Jurnal penerimaan kas
Jurnal pengeluaran kas
Jurnal pembelian

BUKU BESAR
Merupakan suatu kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal,berikut merupakan bentuk buku besar yaitu:
Bentuk scontro,yaitu bentuk buku besar sebelah-menyebelah atau disebut dua kolom
Bentuk staffel,yaitu bentuk buku besar terdiri dari empat kolom


neraca saldo

neraca saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan buku besar. Neraca saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau bias juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan buku besar.

jurnal penyesuaian
setelah dicatat seluruhnya kedalam jurnal dan buku besar,kemudian dibuat neraca percobaan yang angkanya diambil dari buku besar.neraca percobaan digunakan untuk menguji ketepatan pencatatan transaksi kedalam buku besar dan jurnal.


neraca lajur

neraca lajur merupakan kertas berkolom yang digunakan sebagai kertas kerja untuk mempermudah meyusun laporan keuangan perusahaan secara sistematis manfaat untuk memeriksa data yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

Jurnal penutup
Jurnal penutup digunakan sebagai penutup rekening-rekeninng nominal yaitu pendapatan dan biaya.

Penyusun laporan keuangan
Tujuan penyusun laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang relevan pada pihak-pihak di luar perusahaan,laporan keuangan dibagi dua yaitu: neraca dan laporan laba rugi.

Neraca saldo setelah penutupan
Neraca saldo setelah penutupan digunakan sebagai untuk memeriksa dari saldo perkiraan agar menunjukan saldo sebenarnya untuk mengetahui keuntungan atau kerugian suatu perusahaan akan ditutup dengan ayat penutup dengan tujuan agar perkiraan menjadi nol,karna semuanya diperhitungkan dengan perkiraan modal melalui ikhtisar laba rugi.

Jurnal pembalik
Jurnal pembalik dilakukan untuk memperbaiki jurnal-jurnal yang sebelumnya terjadi kesalahan dan digunakan untuk menyederhanakan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar