Minggu, 19 Oktober 2014

"JURNAL PENYESUAIAN"

“JURNAL PENYESUAIAN”

A. PENGERTIAN
jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan (akun) agar menunjukkan keadaan sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan.
adapun tujuan pembuatan jurnal penyesuaian adalah:
1. agar pada akhir periode akun riil yaitu harta, kewajiban dan modal menunjukkan keadaan yang sebenarnya
2. agar akun-akun nominal, yaitu akun pendapatan dan beban dapat diakui dalam suatu periode dan menunjukkan keadaan yang sebenarnya.

B. AKUN-AKUN YANG MEMERLUKAN PENYESUAIAN
adapun transaksi yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian adalah:
1. penyesuaian penyusutan aktiva tetap
2. penyesuaian dibayar dimuka
3. penyesuaian pemakaian perlengkapan
4. penyesuaian pendapatan dibayar dimuka
5. penyesuaian biaya yang masih harus dibayar
6. penyesuaian pendapatan yang akan diterima

C. CARA MEMBUAT JURNAL PENYESUAIAN
 1. penyusutan aktiva tetap dengan metode garis lurus
mesin disusutkan dengan metode garis lurus dan diketahui harga perolehan mesin Rp 400.000.000 taksiran umur ekonomis 5tahun dan taksiran nilai residu Rp 40.000.000
Depresiasi= (HP-NR) / UE = (400.000.000 – 40.000.000) / 5 th
= 360.000.000 / 5
= 72.000.000
AJP :
Biaya penyusutan mesin (D)          72.000.000
akumulasi Penyusutan Mesin (K)                             72.000.000

2. biaya dibayar dimuka
dibayar asuransi dengan masa 1 tahun (1 September 2011 – 1 September 2012) sebesar 6.000.000 dicatat dengan menggunakan pendekatan harta/ neraca dan pendekatan biaya/ laba rugi
Pendekatan Neraca/ Harta
- saat pembayaran dimuka
Jurnal umum :
Asuransi dibayar dimuka (D)        6.000.000
Kas (K)                                                                                    6.000.000
- saat penyesuaian
perhitungan 4/12 x 6.000.000 = 2.000.000
AJP :
Biaya Asuransi (D)                                    2.000.000
Asuransi Dibayar Dimuka (K)                                       2.000.000
Pendekatan Biaya/ Laba Rugi
- saat pembayaran dimuka
JU :
Biaya Asuransi (D)                                    6.000.000
Kas (K)                                                                                    6.000.000
- saat penyesuaian
perhitungan 8/12 x 6.000.000 = 4.000.000
AJP :
Asuransi Dibayar Dimuka (D)               4.000.000
Biaya Asuransi (K)                                                          4.000.000

3. pemakaian perlengkapan
perlengkapan service pada Neraca Saldo adalah 5.000.000, menurut data penyesuaian tanggal 31 Desember 2011 perlengkapan yang masih tersisa adalah 1.000.000
perhitugan : 5.000.000 – 1.000.000= 4.000.000
AJP :
Biaya Perlengkapan (D)                      4.000.000
Perlengkapan(K)                                                        4.000.000

4. pendapatan diterima dimuka
Diterima pendapatan sewa ruko untuk 1 tahun (1 oktober 2011-1 oktober 2012) sebesar 20.000.000 dan dicatat menggunakan pendekatan Hutang/ Neraca dan pendekatan Pendapatan/ Laba Rugi
Pendekatan Neraca/ Harta
- saat penerimaan pendapatan
JU :
Kas (D)                                                    20.000.000
Pendapatan sewa dibayar dimuka(K)                  20.000.000
- saat penyesuaian
perhitungan 3/12 x 20.000.000 = 5.000.000
AJP :
Pendapatan sewa diterima dimuka (D)   5.000.000
pendapatan sewa (K)                                                            5.000.000
Pendekatan Biaya/ Laba Rugi
- saat penerimaan pendapatan
JU :
Kas (D)                                                            20.000.000
Pendapatan sewa (K)                                                                20.000.000
- saat penyesuaian
perhitungan 9/12 x 20.000.000 = 15.000.000
AJP :
Pendapatan sewa (D)                             15.000.000
pendapatan sewa diterima dimuka (K)                         15.000.000

5. biaya yang masih harus dibayar
Tanggal 31 desember 2011 terdapat 4 orang karyawan yang belum menerima gaji @500.000
perhitungan 4 x 500.000 = 2.000.000
AJP :
Biaya Gaji(D)                                              2.000.000
Gaji yang masih harus dibayar (K)                                    2.000.000

6. pendapatan yang akan diterma
tanggal 31 Desember terdapat bunga yangmasih harus dibayar senilai 1.000.000
AJP :
Bunga yang akan diterima (D)             1.000.000
Pendapatan Bunga (K)                                                         1.000.000

7. neraca saldo
Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar. Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.

 8.fungsi neraca saldo
 Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat.

9.tujuan membuat neraca saldo
Untuk menguji kesamaan saldo debit dan kredit yang ada di buku besar dan untuk mencatat transaksi transaksi pada akhir taun/periode

Senin, 13 Oktober 2014

“PROSES PENCATATAN AKUNTANSI"



A. Pengertian akuntansi
Akuntansi secara umum adalah proses pencatatan-pencatatan mengenai transaksi keuangan didalam maupun diluar perusahaan.tujuan akuntansi secara umum yaitu untuk menghasilkan informasi keuangan yang berkepentingan dengan perusahaan atau organisasi ekonomi yang bersangkutan.

B. Proses pencatatan akuntansi
Transaksi keuangan
transaksi adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber pembelajaran,berikut adalah macam-macam bukti transaksi :

1.bukti transaksi internal
Memo antar bagian
Memorial post
     
2.bukti transaksi eksternal
Faktur
Kwitansi
Nota debit
Nota kredit
Cek
Bilyet giro

Analisis bukti transaksi
Bukti transaksi adalah bukti adanya peristiwa yang berhubungan dengan keuangan.fungsi bukti transaksi adalah sebagai dasar pencatatan akuntansi,sebagai bukti tertulis bila terjadi peristiwa hukum dimasa yang akan datang,dan sebagai dasar pencatatan,penerimaan,dan pengeluaran keuangan.
Jenis –jenis bukti transaksi:
Harta (asset), yaitu jumlah kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan perusahaannya.
Utang (libiality),yaitu kewajiban yang harus dibayar perusahaan akibat transaksi yang dilakukan oleh             suatu perusahaan dengan pihak lain.
Modal (capital),yaitu selisih antara harta dan kewajiban yang merupakan harta yang dimiliki perusahaan         untuk menjalankan usahanya.
Pendapatan (income),yaitu penghasilan yang diperoleh perusahaan baik yang berhubungan langsung               dengan kegiatan usaha maupun berhubungan yang tidak langsung.
Biaya (expense),yaitu pengeluaran/pengorbanan yang terjadi dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
             




“JURNAL”
Jurnal merupakan buku pencatatan yang berfungsi untuk mencatat suatu  bukti transaksi keuangan yang dimasukan kedalam nota debit maupun kredit berdasarkan urutan waktu terjadinya transaksi tsb.
fungsi jurnal :
Fungsi pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang harus dicatat         seluruhnya.
Fungsi historis,artinya transaksi dicatat sesuai kejadian waktunya.
Fungsi analisis,artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan analisis dari bukti-             bukti transaksi
Fungsi instruktif,artinya pencatatan data jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan                 posting debit/kredit kedalam buku besar
Fungsi informatif,artinya jurnal dapat memberikan informasi transaksi yang terjadi
       
Jenis-jenis jurnal:

1. Jurnal umum, yaitu merupakan jurnal yang mencatat seluruh transaksi dalam satu kesatuan
     berdasarkan urutan waktu terjadinya transaksi.
2. Jurnal khusus, yaitu digunakan untuk mencatat transaksi secara spesifik berdasarkan jenis,sesuai                  kebutuhan perusahaan.jurnal yang digunakan sebagai berikut:

Jurnal penjualan
Jurnal penerimaan kas
Jurnal pengeluaran kas
Jurnal pembelian

BUKU BESAR
Merupakan suatu kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal,berikut merupakan bentuk buku besar yaitu:
Bentuk scontro,yaitu bentuk buku besar sebelah-menyebelah atau disebut dua kolom
Bentuk staffel,yaitu bentuk buku besar terdiri dari empat kolom


neraca saldo

neraca saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan buku besar. Neraca saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau bias juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan buku besar.

jurnal penyesuaian
setelah dicatat seluruhnya kedalam jurnal dan buku besar,kemudian dibuat neraca percobaan yang angkanya diambil dari buku besar.neraca percobaan digunakan untuk menguji ketepatan pencatatan transaksi kedalam buku besar dan jurnal.


neraca lajur

neraca lajur merupakan kertas berkolom yang digunakan sebagai kertas kerja untuk mempermudah meyusun laporan keuangan perusahaan secara sistematis manfaat untuk memeriksa data yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

Jurnal penutup
Jurnal penutup digunakan sebagai penutup rekening-rekeninng nominal yaitu pendapatan dan biaya.

Penyusun laporan keuangan
Tujuan penyusun laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang relevan pada pihak-pihak di luar perusahaan,laporan keuangan dibagi dua yaitu: neraca dan laporan laba rugi.

Neraca saldo setelah penutupan
Neraca saldo setelah penutupan digunakan sebagai untuk memeriksa dari saldo perkiraan agar menunjukan saldo sebenarnya untuk mengetahui keuntungan atau kerugian suatu perusahaan akan ditutup dengan ayat penutup dengan tujuan agar perkiraan menjadi nol,karna semuanya diperhitungkan dengan perkiraan modal melalui ikhtisar laba rugi.

Jurnal pembalik
Jurnal pembalik dilakukan untuk memperbaiki jurnal-jurnal yang sebelumnya terjadi kesalahan dan digunakan untuk menyederhanakan.