Sabtu, 06 Januari 2018

Tugas 3

Individu

Percakapan Negosiasi pembelian laptop

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Penawaran Barang
Berikut ini contoh tentang jual beli antara penjual dan pembeli laptop:
Bagus : "Mas saya ingin beli laptop Samsung NP-NC108, disini ada tidak?"
Dendi : "Ada mas, ini ada warna hitam, putih, merah, biru, dan abu-abu"
Bagus : "Berapa harganya mas untuk yang warna abu-abu ini?"
Dendi : "Semua warna harganya sama, Rp 3.049.000"
Bagus : "Harganya boleh kurang mas?"
Dendi : "Paling pas nya Rp 3.000.000"
Bagus : "Boleh dikurangi lagi tidak mas?"
Dendi : "Harganya saya rasa tidak bisa turun lagi."
Bagus : "Baiklah mas mas, saya setuju, Rp 3.000.000 kan mas? ini uangnya"
Dendi : "Baik, ini dia laptop nya, terimakasih"
Bagus : "Terimakasih kembali"

keterangan :
Bagus kuncoro (pembeli)
Dendi aprian (penjual)

Softskill - Komunikasi Bisnis#

Tugas 2

Individu

Materi Bab 6

Seleksi saluran dan Media

Hati-Hati Panggilan Kerja Palsu Pertamina


06 Jan 2018, 19:12 WIB

Antisipasi Pertamina hadapi libur Natal dan Tahun Baru
Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini beberapa pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes.
Bahkan tidak jarang beberapa pihak tersebut meminta dana dan dijanjikan diterima di perusahaan migas terbesar di Indonesia tersebut.
VIce President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito kembali mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pendaftaran lowongan pekerjaan.
"Kalau ada lowongan pekerjaan atau panggilan untuk mengikuti tes dari Pertamina bisa di cek langsung di website atau contact centre Pertamina di 1 500 000," kata dia kepada Liputan6.com, Sabtu (6/1/2018).
Di contact centre Pertamina tersebut, ia menuturkan, saat ini tersinkronisasi dengan data rekrutmen Pertamina. Hal ini untuk meminimalkan penipuan kepada masyarakat.
Sedikit berbagai tips membedakan panggilan tes asli dari Pertamina dengan yang palsu, Adiatma menuturkan, jika palsu, waktu panggilan dan waktu tes memiliki rentang waktu yang mepet.
"Kalau asli dari Pertamina itu pasti ada waktu yang cukup panjang karena kita berikan waktu pelamar untuk pengurusan tiket dan lain sebagainya," tegas dia.
Adiatma juga berpesan, kepada para pelamar untuk memastikan alamat kantor yang digunakan untuk melakukan tes. Biasanya alamat yang dicantumkan tidak relevan. Karena yang menjadi sasaran penipuan panggilan kerja ini adalah pelamar di luar Jakarta.
"Kami juga heran, kita selalu pasang pengumuman mengenai antisipasi penipuan ini di berbagai media, tapi masih ada saja yang kembali melakukannya," tutur dia. (Yas)

Pertamina Luncurkan Pertamax Turbo Berstandar Euro 4
Pertamax Turbo di pasar Eropa
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memperkenalkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan standar kualitas Euro 4. Produk baru tersebut yakni Pertamax Turbo dengan kadar RON 98.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina meluncurkan produk dan layanan terbaru yakni Pertamax Turbo dengan spesifikasi yang lebih baik. Hal ini menjadi komitmen perusahaan berkontribusi untuk masa depan Indonesia, dengan memproduksi produk BBM berstandar internasional Euro 4.
"Kami secara bertahap akan terus berusaha mencapai standar BBM kualitas Euro 4 sebagaimana yang telah diterapkan di negara Eropa," kata Adiatma, di Jakarta, Rabu 20 Desember 2017.
Menurut Adiatma, saat ini Pertamina siap memasarkan Pertamax Turbo hasil produksi kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan, dengan kualitas lebih baik yang memenuhi standar emisi gas buang kendaraan Euro 4.
"Pertamax Turbo memiliki kualitas tinggi dengan kandungan sulfur lebih rendah mencapai maksimal 50 parts per million (ppm). Kandungan sulfur yang semakin rendah, maka dampak negatif dari polusi yang dihasilkan juga akan semakin rendah," papar Adiatma.
Hal ini telah dibuktikan melalui uji emisi yang dilakukan LAPI ITB, mengindikasikan Pertamax Turbo dengan spesifikasi terbaru ini dapat mengurangi kadar Carbon Monoxide (CO), Hydrocarbons (HC) dan Nitrogen Oxides (NOx).
Upaya Pertamina dalam memenuhi standar tersebut serta meningkatkan kualitas udara di Indonesia dengan mengurangi emisi gas buang demi kesehatan masyarakat Indonesia diusung dengan kampanye Road to Euro IV. "Sebagai penyedia bahan bakar di Indonesia yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kualitas hidup manusia," tutur Adiatma.
Saat ini, Pertamax Turbo dengan spesifikasi terbaru dapat ditemukan secara bertahap pada SPBU di Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat. Selanjutnya produk ini akan dijual ke seluruh wilayah Indonesia secara bertahap.

Sumber referensi :

Nama : Bagus kuncoro
Npm   :  11214993


Kelas :  4EA38

Senin, 01 Januari 2018

Softskill - Komunikasi Bisnis#

Tugas 3
Kelompok 7
Materi Bab 11 Dan Bab 12
Komunikasi Lisan Dan Negosiasi

11.1 Komunikasi Lisan dalam Rapat

Di dalam suatu pertemuan dan dalam suatu rapat setiap anggota atau peserta harus menyadari posisinya dalam forum tersebut. Tiap peserta hendaknya:
  • Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.
  • Mampu menjadi komunikator yang berpartisipasi aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.
  • Mampu berkomunikasi secara terbuka, jujur dan bertanggung jawab.
  • Mampu menjadi komunikan yang sangat responsive namun tidak emosional.
  • Mampu mengontrol diri, dan menghindarkan terjadinya debat serta tidak berbicara bertele-tele.



11.2 Komunikasi Lisan dalam Wawancara

Misalkan dalam suatu wawancara, kita melakukan komunikasi dengan seorang yang diwawancara. Dalam wawancara tersebut, ada pihak yang lebih mencondong memberikan pertanyaan. Wawancara biasanya dilakukan untuk mengumpulkan data yang ingin kita dapat. Ada juga etika dalam berwawancara, diantaranya adalah memperkenalkan diri terlebih dahulu. Kemudian kita sampaikan maksud dari wawancara yang kita lakukan. Kita juga harus respect kepada orang yang kita tanya sehingga ia merasa nyaman. Berikut ini ialah hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan wawancara:
  1. Gunakan volume suara yang baik dan terdengar (berbicara tidak terlalu keras).
  2. Hindari bahasa menggurui responden.
  3. Hindari sikap rakus.
  4. Fokus pada lawan bicara.
  5. Fokus pada pembicaraan.
  6. Tidak boleh memotong pembicaraan.
  7. Lakukan verifikasi jika ada kekurangan.
  8. Hindari kata-kata kasar (kotor).
  9. Bersikap ramah.
  10. Jangan menyakiti hati responden.
  11. Hidari tatapan yang menyelidik/melotot/clingak-clinguk.
  12. Ucapkan terima kasih.

11.3 Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi

Sebagaimana kita cukup sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya seseorang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepentingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang berbeda satu sama lain. Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang mela-kukan negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri. Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus dilaksanakan dengan melalui beberapa tahap yakni:
  1. Fact-finding, mengumpulkan fakta-fakta atau data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebelum melakukan negosiasi.
  2. Planning/rencana, sebelum bernegosiasi/berbicara susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan. Berdasarkan kerangka topik yang hendak dibicarakan rincilah hasil yang diharapkan akan teraih. Berdasarkan pengenalan Anda terhadap lawan tersebut, perkirakan/bayangkan kemungkinan reaksi penerima pesan/lawan berbicara terhadap apa yang Anda katakan.
  3. Penyampaian, lakukan negosiasi/sampaikan pesan dalam bahasa lawan/si penerima. Usahakan gunakan istilah khas yang biasa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencerminkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disampaikan.
  4. Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita.
  5. Evaluasi, perlu untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik. Meskipun pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik, bukan berarti hasil yang diharapkan akan diperoleh sesuai dengan yang direncanakan semula. Yang sering terjadi justru perbedaan pandangan terhadap cara penyelesaian masalah antara pemberi dan penerima pesan. Sehingga diperlukan pembicaraan lebih lanjut, yang memerlukan perjuangan tersendiri bagi pengirim pesan dalam menyampaikan dan memenangkan pendapatnya. Kalau terjadi adu pendapat antara negosiator dengan pihak lawan maka timbul dorongan untuk menang. Keinginan untuk menang di satu sisi dengan mengabaikan kekalahan dipihak lainnya, biasanya sulit tercapai. Untuk itu digunakan strategi menang-menang (win-win solution). Artinya ada sebagian keinginan kita yang dikorbankan dengan mengharapkan pihak lawan juga akan mengorbankan hal yang sama, sehingga kesepakatan di antara kedua belah pihak dapat tercapai.




Materi Bab 13
Komunikasi Dalam Tulisan

13.1 Penulisan kabar atau berita

Menulis berita merupakan suatu upaya menyampaikan kabar atau sebuah informasi mengenai sesuatu hal atau kejadian dalam bentuk tertulis. Seorang penulis berita yang baik dapat menuliskan sebuah berita dengan lengkap dan komunikatif, sehingga pembaca berita dapat memahami segala sesuatu yang disampaikan dalam berita tanpa kesulitan dan tanpa adanya kesalahan tafsir. Apakah semua peristiwa dapat atau layak untuk dijadikan sebuah berita? Seorang penulis berita akan memilih mana peristiwa atau perihal yang layak untuk dijadikan berita. Hal pertama yang harus kalian lakukan untuk meliput peristiwa tersebut menjadi sebuah berita adalah mencatat semua informasi berkaitan dengan unsur-unsur kelengkapan berita. adapun kelengkapan dalam sebuah berita meliputi unsur-unsur pertanyaan (5W+1H) apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana, terkait isi berita.

13.2 Penulisan pesan pesan persuasive

Persuasif merupakan suatu usaha mengubah sikap, kepercayaan, atau tindakan audiens untuk mencapai suatu tujuan. Secara sederhana, persuasif yang efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan suatu pesan di dalam suatu cara yang membuat audiens (pembaca atau pendengar) merasa mempunyaipilihan dan membuat mereka setuju. Penyampaian pesan – pesan persuasif dapat diterapkan untuk kepentingan internal dan eksternal. Didalam suatu organisasi, pesan-pesan persuasif dimaksudkan untuk menjual ide/gagasan kepada orang lain, memberi saran agar prosedur operasional lebih efisien, mengumpulkan suatu dukungan untuk kegiatan tertentu, dan untuk meminta bantuan dana bagi pembiayaan suatu proyek tertentu.

1. Analisis Audien

Penyampaian pesan – pesan persuasif yang terbaik adalah dengan cara : menghubungkan suatu pesan dengan minat dan hasrat audiens. Untuk mengakomodasikan perbedaan individual, analisis audiens anda dan kemudian susunlah suatu pesan yang dapat menjadi daya tarik bagi kebutuhan mereka.

2. Pertimbangan Perbedaan Budaya

Pemahaman terhadap perbedaan budaya yang ada bukan saja akan membantu dalam memuaskan kebutuhan audiens, tetapi juga akan membantu bagaimana mereka respek terhadap anda.

3. Memilih Pendekatan Organisasional

Dalam hal ini, kita dapat menggunakan pendekatan organisasional tak langsung dalam menyampaikan pesan – pesan persuasif. Akan tetapi jika audiens adalah objektif, atau jika kita tahu bahwa mereka suka mendengan pesan yang disampaikan secara langsung, maka bisa menggunakan pendekatan operasional langsung .


13.3 Korespondensi (surat menyurat)

Korespondensi adalah kegiatan penyampaian pesan berupa surat antara pihak-pihak yang terkait didalamnya baik itu mengatasnamakan instansi ataupun perseorangan. Korespondensi dapat juga disebut sebagai kegiatan surat menyurat. Sedangankan untuk pihak yang terkait disebut dengan koresponden. Salah satu media yang digunakan dalam korespondesi ialah surat. Surat ialah sarana penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima secara tertulis dan memiliki prosedur tersendiri dalam penulisannya. Surat memiliki peranan penting dalam menciptakan hubungan antara pihak-pihak terkait. Untuk itu, penulisan surat haruslah sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku baik dari segi bahasanya maupun dari segi tata letaknya.
Ciri-ciri Surat :
  1.  Pesannya berupa tulisan
  2.  Terdapat isi pesan yang menjadi pokok pembicaraan
  3.  Penulisannya mengikuti aturan tertentu
  4. Gaya bahasa sesuai dengan jenis surat 
  5. Terdapat informasi mengenai pihak yang terkait     
                 

                 Fungsi Surat :

1.      Sebagai penyampai pesan
2.      Sebagai wakil atau delegasi pengirim
3.      Sebagai pedoman atau petunjuk suatu hal
4.      Sebagai bukti tertulis
5.      Sebagai alat pengingat
6.      Sebagai dokumen penting


Bagian-bagian Surat :

Bagian surat tidaklah sama semua, karena setiap jenis surat memiliki bagian-bagiannya sendiri. 
Namun ada beberapa bagian yang umumnya ada dalam sebuah surat. Bagian tersebut ialah:
1.      Informasi pengirim atau kop surat
2.      Atribut surat (tanggal, nomor, dan perihal surat)
3.      Penerima surat
4.      Alamat tujuan surat
5.      Pembuka surat
6.      Isi surat
7.      Penutup surat
8.      Identitas pengirim (tanda tangan, nama lengkap, dan jabatan)
9.      Tambahan (lampiran, tembusan dan pengonsep)


Daftar Pustaka

Firman, Akbar. Penulisan Pesan-Pesan Persuasif. retrieved 26 May 2016 

Sumber:
1.    Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma
2.    Purwanto, Djoko. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga
3.    Purwanto, Djoko. 2003. Komunikasi Bisnis (2nd ed.). Jakarta: Erlangga.
4.    Purwanto, Djoko. 2011. Komunikasi Bisnis (4th ed.). Jakarta: Erlangga.





Nama Kelompok :

Bagus Kuncoro
Dendi Aprian Suntana
Dodi Yohanes
Rekky Andry